Penting! Inilah Cara Mengobati Usus Buntu Sebelum Mengalami Komplikasi

Penting! Inilah Cara Mengobati Usus Buntu Sebelum Mengalami Komplikasi

Penting! Inilah Cara Mengobati Usus Buntu Sebelum Mengalami Komplikasi

Peradangan usus buntu atau apendiks merupakan suatu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor pemicunya. Beberapa penyebabnya adalah adanya hambatan pada pintu rongga apendiks, penebalan atau pembengkakan pada jaringan dinding apendiks, cedera di perut, tinja atau pertumbuhan parasit, dan kondisi medis lainnya. Jika timbul peradangan seperti ini, diharapkan segera melakukan cara mengobati usus buntu agar tidak mengalami komplikasi.

Menyadari Gejala Apendisitis Sejak Dini

Peradangan yang terjadi pada apendiks tersebut perlu disadari sejak dini dengan mengenali gejala awalnya. Gejala apendisitis yang mendasar adalah terasa nyeri pada perut bagian kanan bawah. Rasa nyeri ini bisa berlangsung beberapa lama dan semakin sering terjadi bila infeksinya semakin parah. Dalam hal ini, gejala tersebut harus disadari dan diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mengetahui cara mengobati usus buntu sesuai kondisi pasien.

Dalam kasus penyakit apendisitis ini, terdapat gejala lain yang menyertai timbulnya rasa nyeri di perut bagian kanan bawah tersebut. Gejala lain yang sering timbul adalah adanya rasa mual dan muntah yang disebabkan adanya gangguan pada saluran cerna dan sistem saraf akibat peradangan pada apendiks. Penurunan nafsu makan juga dialami penderita apendisitis.

Gangguan pencernaan yang dialami tersebut berupa diare dan sembelit. Sulit buang air atau kentut juga dialami dan kemungkinan besar diakibatkan karena penyumbatan di apendiks yang sudah terjadi sebagian ataupun menyeluruh. gejala berikutnya yang perlu disadari adalah demam tinggi sampai 37 atau 38 derajat Celcius. Sering buang air kecil yang disebabkan infeksi kandung kemih akibat terdampak apendisitis juga menjadi gejalanya. Semua gejala ini bisa menjadi dasar pemeriksaan.

Memahami Komplikasi pada Penderita Apendisitis

Cara mengobati usus buntu juga perlu disesuaikan dengan kondisi dari setiap pasien. Selain mengetahui gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan diagnosis, dokter juga perlu memeriksa apakah terjadi komplikasi atau tidak pada penderita apendisitis. Hal ini sangat penting agar dapat memberikan pengobatan yang sesuai, termasuk menangani komplikasi jika memang terjadi.

Tidak menyadari adanya peradangan apendiks ataupun semakin parahnya gejala namun dibiarkan begitu saja menyebabkan peradangannya semakin parah dan menimbulkan komplikasi. Terdapat dua jenis komplikasi dalam kasus apendisitis. Komplikasi pertama adalah adanya abses atau kantong berisi nanah. Kondisi ini merupakan reaksi alami tubuh untuk mengatasi infeksi di apendiks yang tidak segera ditangani. Penanganan yang dilakukan adalah dengan melakukan enyedotan nanah dari abses tersebut dengan antibiotik. Apabila kasus ini ditemukan dalam proses operasi, abses serta bagian di sekitarnya akan dibersihkan secara hati-hati serta diberi obat antibiotik.

Komplikasi yang kedua adalah sudah lebih parah dari sebelumnya yaitu berupa peritonitis. Peritonitis merupakan infeksi lapisan perut atau peritoneum yang gejalanya berupa nyeri perut yang hebat dan terus menerus, demam, serta percepatan detak jantung. Kondisi ini terjadi saat usus buntu pecah dan kemudian menginfeksi seluruh rongga perut. Hal ini dapat terjadi jika tidak segera dilakukan cara mengobati usus buntu yang cepat dan tepat. Penanganan kondisi ini adalah memberikan antibiotik serta tindakan bedah terbuka secepatnya. Tujuannya adalah untuk mengangkat apendiks serta membersihkan rongga perut.

Melakukan Pengobatan Medis

Pemeriksaan secara medis diawali dengan proses diagnosis untuk memastikan penyakit yang diderita pasien. Setelah pasti mengalami apendisitis, ditentukanlah cara mengobati usus buntu sesuai kondisinya.

Langkah pengobatan utama untuk apendisitis adalah operasi pengangkatan usus buntu yang dikenal dengan apendektomi. Sebelum dilakukan operasi, penderita diberi obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi lanjutan, terutama pada usus buntu yang belum pecah tetapi sudah terbentuk abses atau kantung yang berisi nanah. Lain halnya dengan kasus apendisitis ringan, pemberian antibiotik bisa memulihkan kondisi sebagian pasien, sehingga operasi tidak perlu dilakukan.